PUPUK ORGANIK TERBAIK INDONESIA TAHUN INI.
           
Pekerjaan yang paling mulia adalah Petani. Sabda Rasulullah Muhammad SAW, dalam salah satu haditsnya.
Alangkah bahagianya jika kita mampu menjadi seorang petani artinya kita termasuk golongan yang beruntung.
Pertanian merupakan hal yang paling urgent dalam membangun sebuah bangsa. Tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang tidak membutuhkan hasil – hasil dari pertanian, bahkan suatu Negara Adidayapun seperti Amerika serikatpun membutuhkan pertanian untuk mendukung kemakmuran bangsanya.
Lalu...
Bagaimana kondisi pertanian di Negara kita?
Apakah bangsa kita sudah menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat dalam bidang pangan sebagaimana yang diamanhkan dalam UUD 1945?.
Agaknya kita harus banyak berpikir dan membantu kemandirian bangsa dalam bidang pangan.
Janganlah menjadi Negara FOLLOWER Negara lain.
Tetapi jadilah Negara yg sebagai LEADER demi kemakmuran rakyat Indonesia yang kita cintai.
Pupuk merupakan bahan yang dibutuhkan oleh semua tanaman yang dibudidayakan.
Pupuk ada dua macam yaitu pupuk organik atau kimia. Pupuk organik adalah pupuk yang dibuat secara alami, dengan memanfaatkan bahan – bahan yang mudah diurai oleh tanah dan tanpa tambahan unsure kimiawi buatan seperti sampah organik rumah tangga. Sedangkan pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat dengan menggunakan bahan – bahan kimia buatan, seperti ; pupuk Urea, TSP, KCL, NPK atau pupuk pendukung lainnya.
 Sekarang ini banyak produk pupuk organik yang beredar di pasaran dengan berbagai keunggulan yang dimiliki masing – masing produk tersebut. Akan tetapi, tidak semua pupuk tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh tanaman.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, kami merekomendasikan untuk menggunakan pupuk organik pandawa subur pertumbuhan dan pendawa subur pembungaan yang sangat bermanfaat untuk tanaman. 

Sisi Jiwa Yang Tak Pernah Pupus
Merana ku di penghujung akal
kuLemah
tak diasah
dan seketika hilang
tak berbisikSunyi ini
menyenandungkan perih
Perih akan jiwa yg terlupaSebuah tokoh yg hidup
tanpa peranSebuah jiwa yg limbung dan tak mapan

Jiwa yg rindu akan warna langit
Jiwa yg rindu akan warna
hidupGemerisik sajak sesekali membangunkan benakTak banyak

namun............
mampu membuatnya berlongitudinal dalam akalIni adalah seni yg gigih
Ini adalah yg terlupaKemonotonan sekalipun tak mampu membunuh insting seorang penyairSekalipun ia ingin...

Sebuah peranan jiwa kembali bangkit dibalik asanya yg bergejolak
Sekali lagi...........
dia berdiri sebagai pribadi teguh yg merdeka
Tak dapat lenyap dan dilenyapkan

Dia masih disana menghantui hidupku
Menghantui setiap masaku..
Selamat datang wahai penyair...
Selamat berdiam di dalam sisi hidupku yang lain...

KRISIS PANGAN DAN KEBANGKITAN PERTANIAN
















Krisis pangan yang melanda dunia pada tahun 2008 lalu telah membuat banyak negara di dunia kelabakan menghadapinya, tak terkecuali negara kita (INDONESIA).


Sampai akhir Maret 2008 Badan Pangan Dunia (FAO) mengidentifikasi krisis pangan telah terjadi di 36 negara. Kelangkaan stok pangan tersebut telah menyulut berbagai gejolak dan keresahan sosial. Harga- harga yang terus melambung dan tak terkontrol dimana kenaikan bahan kebutuhan pokok bisa mencapai > 100%. Harga kebutuhan pokok masyarakat seperti :

1. Bawang merah dari harga Rp. 12.000,00 perkg menjadi
Rp. 22.500,00 perKg.

2. Beras dari harga Rp. 4.250,00 perKg menjadi Rp. 7.800,00 perKg.

3. Kedelai dari harga Rp. 6.200,00 perKg menjadi Rp. 13.150,00 perKg.

4. Telur ayam dari harga Rp. 5.750,00 menjadi Rp. 11.100,00 perKg.

5. Tepung terigu dari harga Rp. 5.500,00 perKg menjadi
Rp.10.250,00 perKg.


Hal ini sangat dirasakan oleh masyarakat terutama dari golongan menengah kebawah yang pendapatannya kurang dari Rp. 20.000,00 perhari, seperti : Petani, buruh, Nelayan. Bahkan di daerah metropolitan Jakarta dan daerah penyangga Jakarta seperti Tangerang dimana masyarakatnya masih berada di bawah garis kemiskinan.


Berdasarkan krisis yang dialami negara kita pada tahun lalu maka, peran Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat indonesia harus saling bekerjasama untuk mengantisipasi dengan melakukan pembaharuan dunia pertanian Indonesia yang ketinggalan Negara - negara lain seperti : Amerika serikat, Jepang, Eropa dan sebagainya.


Salah satu caranya adalah dengan menggalakkan pertanian Organik. Selain biaya produksinya murah dan ramah lingkungan, pertanian organik juga harganya sangat menjanjikan dikembangkan di Negara Indonesia.




AGRIBISNIS UMY


Mahasiswa Fakultas Pertanian UMY Bangkitkan RI-1 yang Hampir Punah10/10/2006 11:17Walaupun hanya tiga butir padi yang diperlihatkan oleh Ir. Gatot Supangkat, MP., Dosen Fakultas Pertanian UMY, cukup mencengangkan dengan warnanya yang lain dari biasanya. Warna yang sama dengan bendera kebangsaan Indonesia merah putih. Sepintas orang akan berfikir bahwa warna tersebut didapatkan dari hasil perkawinan beras merah dan beras putih. Tetapi, jauh dari dugaan, warna tersebut sebenarnya warna natural, sebagaimana biasa berasal dari padi yang tumbuh secara normal.Dituturkan D. Hartanto, sang pengembangbiak beras dwiwarna tersebut, beras yang kemudian diberinama RI-1 merupakan beras yang berasal dari sekitar abad 12 silam. Bersama temannya Adjikoesoemo (Sarjana Filsafat UGM), Hartanto mendapatkan butiran padi tersebut dari penduduk yang menemukannya di reruntuhan candi yang berlokasi di kawasan Sleman 16 Februari lalu. "Padi yang diserahkan tersebut hanya berjumlah 160 biji. Semula kami tak percaya kalau itu adalah beras jaman dulu, kami belum pernah melihat padi jenis tersebut sebelumnya, maka kami jadi tertarik untuk menguliknya mencari info kesana kemari," jelasnya.Namun info yang didapatkannya tersebut tidak mencukupi rasa penasarannya karena rata-rata dari mereka mengatakan baru melihatnya kali itu. Tetapi, dari informasi tersebut juga menambah keyakinannya kalau beras tersebut memang benar-benar berusia berabad-abad silam. Ke-160 butir beras itu pun kemudian dipilah-pilah, hingga terpilihlah 120 butir yang dianggap sempurna untuk ditumbuhkan kembali. Penyemaianpun dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan menggunakan media kapas yang dilengkapi dengan hormon pertumbuhan, dan yang kedua, dengan cara membungkus butir padi tersebut dengan kulit gabah rojolele. Kulit gabah tersebut dimaksudkan sebagai cadangan nutrisi beras yang akan ditumbuhkan.Dari 120 butir beras, yang berhasil berkecambah hanya sekitar 88 butir dan selanjutnya hanya tersisa 7 bibit yang bertahan sampai panen pertama dilakukan, yaitu 5,5 bulan kemudian dengan tinggi batang 130 sentimeter, 2 buah anakan dengan malai yang berukuran 22 sentimeter dan hasil panen yang berupa biji beras merah putih berjumlah sekitar 2400 butir. "Selama penumbuhkembangan padi tersebut tidak ada perlakuan khusus yang diberikan, media pembesar padi setelah disemaikan juga hanya dalam bak dan tanah subur biasa dengan kedalaman tanam sekitar 30 cm. Mungkin karena suhu di Kebon Agung, Sleman, tempat proses penanaman ini juga mendukung," ungkapnya.Mahasiswa Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian UMY ini juga menjelaskan, peluncuran RI-1 ini sebenarnya telah dilakukan 13 Agustus 2006 lalu, di Alun-Alun Utara, Jogja, yang ditandai dengan pembagian masing-masing 7 butir padi hasil panen pertama kepada 12 petani yang berasal dari tempat yang berbeda-beda dengan maksud untuk dikembangkan. "Sebagian lagi kami simpan untuk dikembangkan kembali," tambahnya.Mengenai rasanya, ditengah pertemuannya dengan para pimpinan Fakultas Pertanian UMY, Sabtu lalu (7/10), Hartanto mengakui belum bisa memastikan kelezatannya. Tetapi dia mempunyai keyakinan bahwa beras tersebut mempunyai kualitas tinggi. "Usianya saja sudah berabad-abad lalu, terus ditemukan di tempat yang dianggap sakral yang digunakan untuk ritual tertentu sebagai persembahan, biasanya sesuatu benda yang digunakan sebagai persembahan mesti berkualitas yang terbaik," imbuhnya.Diakhir pembicaraannya Hartanto mengatakan keinginannya untuk terus mengembangkan padi RI-1 tersebut sampai akhirnya menjadi beras yang bisa diunggulkan dan bisa dikonsumsi secara massal. "Membangkitkan sesuatu yang hampir punah merupakan suatu kebanggaan," katanya.